Selasa, 15 Oktober 2013

0

Alang-Alang



ALANG-ALANG

Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian. Rumput ini juga dikenal dengan nama-nama daerah seperti alalang, halalang (Min.), lalang (Mly., Md., Bl.), eurih (Sd.), rih (Bat.), jih (Gayo), re (Sas, Sumbawa), rii, kii, ki (Flores), rie (Tanimbar), reya (Sulsel), eri, weri, weli (Ambon dan Seram), kusu-kusu (Menado, Ternate dan Tidore), nguusu (Halmahera), wusu, wutsu (Sumba) dan lain-lain.
Nama ilmiahnya adalah Imperata cylindrica, dan ditempatkan dalam anak suku Panicoideae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai bladygrass, cogongrass, speargrass, silver-spike atau secara umum disebut satintail, mengacu pada malai bunganya yang berambut putih halus. Orang Belanda menamainya snijgras, karena sisi daunnya yang tajam melukai.
Ekologi dan penyebaran
Alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah yang gembur. Berlawanan dengan anggapan umum, alang-alang tidak suka tumbuh di tanah yang miskin, gersang atau berbatu-batu. Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak disinari matahari sampai agak teduh, dengan kondisi lembap atau kering. Di tanah-tanah yang becek atau terendam, atau yang senantiasa ternaungi, alang-alang pun tak mau tumbuh. Gulma ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak dan terbuka, bekas ladang,sawah yang mengering, tepi jalan dan lain-lain. Di tempat-tempat semacam itu alang-alang dapat tumbuh dominan dan menutupi areal yang luas.
Sampai taraf tertentu, kebakaran vegetasi dapat merangsang pertumbuhan alang-alang. Pucuk-pucuk ilalang yang tumbuh setelah kebakaran disukai oleh hewan-hewan pemakan rumput, sehingga lahan-lahan bekas terbakar semacam ini sering digunakan sebagai tempat untuk berburu.
Alang-alang menyebar alami mulai dari India hingga ke Asia timur, Asia Tenggara, Mikronesia dan Australia. Kini alang-alang juga ditemukan di Asia utara, Eropa, Afrika, Amerika dan di beberapa kepulauan. Namun karena sifatnya yang invasif tersebut, di banyak tempat alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat merepotkan.
Jenis yang berkerabat
Marga Imperata memiliki anggota sekitar 8 atau 9 spesies. Selain Imperata cylindrica, beberapa jenis yang lain misalnya:
MANFAAT ALANG-ALANG SEBAGAI TANAMAN OBAT
Alang-alang adalah tanaman sejenis gulma yang sangat mudah kita temukan di area ladang atau pesawahan. Tumbuhan dengan nama ilmiah Imperata cylindrical ini memang tumbuh subur di area tersebut dan perkembangannya bisa mengalahkan tanaman yang memang sengaja ditanam petani.
Dibalik keberadaannya sebagai tanaman gulma, ternyata alang-alang juga memiliki peranan yang baik dalam melindungi tanah dari erosi. Pertumbuhan yang cepat, serta perkembangan akar yang saling bertautan antar pohon membentuk jalinan rimpang kuat yg dapat menahan tanah disekitarnya.

Bagian daun alang-alang juga banyak dimanfaatkan untuk atap rumah. Bagian lain dari alang-alang  yg dapat dimanfaatkan yaitu serat halus dari malai bunganya dapat digunakan untuk mengisi alas tidur / bantal sebagai pengganti kapuk.

Klasifikasi Dan Ciri Umum
Klasifikasi alang-alang
  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi:Magnoliophiyta
  • Kelas:Liliopsida
  • Ordo:Poales
  • Famili:Poaceae
  • Genus:Imperata Spesies:l.cylindrica
Ciri-Ciri Tanaman Alang-alang 
  • Rumput menahun, tunas panjang bersisik, tumbuh merayap dibawah tanah. Pucuk tunas yang tumbuh keluar tanah runcing tajam.
  • Batang pendek tumbuh menjulang naik keatas tanah dan berbunga. Tinggi antara 0,2-1,5 m.
  • Setiap helaian daun membentuk garis lanset dengan bagian ujung daun runcing. Bagian pangkal menyempit berbetuk talang, panjang daun sekitar 12-80 cm ,bagian tepi kasar serta bergerigi tajam, berambut panjang dibagian pangkalnya, tulang daun umumnya lebar dan berwarna pucat ditengahnya.
  • Karangan bunga dalam malai, panjang sekitar 6-28 cm, dengan anak bulir berambut panjang (putih) sebagai alat untuk melayang bulir buah bila masak.


0 komentar: