Alang-Alang

ALANG-ALANG
Alang-alang atau ilalang ialah
sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian.
Rumput ini juga dikenal dengan nama-nama daerah seperti alalang, halalang
(Min.), lalang (Mly., Md., Bl.), eurih (Sd.), rih (Bat.), jih
(Gayo), re (Sas, Sumbawa), rii, kii, ki (Flores), rie
(Tanimbar), reya (Sulsel), eri, weri, weli (Ambon dan Seram), kusu-kusu
(Menado, Ternate dan Tidore), nguusu (Halmahera), wusu, wutsu (Sumba)
dan lain-lain.
Nama ilmiahnya adalah Imperata cylindrica,
dan ditempatkan dalam anak suku Panicoideae. Dalam bahasa Inggris dikenal
sebagai bladygrass, cogongrass, speargrass, silver-spike atau secara
umum disebut satintail, mengacu pada malai bunganya yang berambut putih
halus. Orang Belanda menamainya snijgras, karena sisi daunnya yang tajam
melukai.
Ekologi dan penyebaran
Alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan
benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang
lekas menembus tanah yang gembur. Berlawanan dengan anggapan umum, alang-alang
tidak suka tumbuh di tanah yang miskin, gersang atau berbatu-batu. Rumput ini
senang dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak disinari matahari sampai
agak teduh, dengan kondisi lembap atau kering. Di tanah-tanah yang becek atau
terendam, atau yang senantiasa ternaungi, alang-alang pun tak mau tumbuh. Gulma
ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak dan terbuka, bekas ladang,sawah
yang mengering, tepi jalan dan lain-lain. Di tempat-tempat semacam itu
alang-alang dapat tumbuh dominan dan menutupi areal yang luas.
Sampai taraf tertentu, kebakaran vegetasi dapat
merangsang pertumbuhan alang-alang. Pucuk-pucuk ilalang yang tumbuh setelah
kebakaran disukai oleh hewan-hewan pemakan rumput, sehingga lahan-lahan bekas
terbakar semacam ini sering digunakan sebagai tempat untuk berburu.
Alang-alang menyebar alami mulai dari India hingga ke Asia timur, Asia Tenggara, Mikronesia dan Australia. Kini alang-alang juga ditemukan di
Asia utara, Eropa, Afrika, Amerika dan di beberapa kepulauan. Namun
karena sifatnya yang invasif tersebut, di banyak tempat
alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat merepotkan.
Jenis yang berkerabat
Marga Imperata
memiliki anggota sekitar 8 atau 9 spesies. Selain Imperata cylindrica,
beberapa jenis yang lain misalnya:
- Imperata brasiliensis - Brazilian bladygrass, Brazilian satintail
- Imperata brevifolia - California satintail
- Imperata conferta - plumegrass, kunay grass
- Imperata contracta – guayanilla
MANFAAT
ALANG-ALANG SEBAGAI TANAMAN OBAT
Alang-alang adalah tanaman sejenis gulma yang sangat
mudah kita temukan di area ladang atau pesawahan. Tumbuhan dengan nama ilmiah
Imperata cylindrical ini memang tumbuh subur di area tersebut dan
perkembangannya bisa mengalahkan tanaman yang memang sengaja ditanam petani.
Dibalik keberadaannya sebagai tanaman gulma, ternyata
alang-alang juga memiliki peranan yang baik dalam melindungi tanah dari erosi.
Pertumbuhan yang cepat, serta perkembangan akar yang saling bertautan antar
pohon membentuk jalinan rimpang kuat yg dapat menahan tanah disekitarnya.
Bagian daun alang-alang juga banyak dimanfaatkan untuk
atap rumah. Bagian lain dari alang-alang yg dapat dimanfaatkan yaitu
serat halus dari malai bunganya dapat digunakan untuk mengisi alas tidur /
bantal sebagai pengganti kapuk.
Klasifikasi
Dan Ciri Umum
Klasifikasi
alang-alang
- Kerajaan: Plantae
- Divisi:Magnoliophiyta
- Kelas:Liliopsida
- Ordo:Poales
- Famili:Poaceae
- Genus:Imperata Spesies:l.cylindrica
Ciri-Ciri
Tanaman Alang-alang
- Rumput menahun, tunas panjang bersisik, tumbuh merayap dibawah tanah. Pucuk tunas yang tumbuh keluar tanah runcing tajam.
- Batang pendek tumbuh menjulang naik keatas tanah dan berbunga. Tinggi antara 0,2-1,5 m.
- Setiap helaian daun membentuk garis lanset dengan bagian ujung daun runcing. Bagian pangkal menyempit berbetuk talang, panjang daun sekitar 12-80 cm ,bagian tepi kasar serta bergerigi tajam, berambut panjang dibagian pangkalnya, tulang daun umumnya lebar dan berwarna pucat ditengahnya.
- Karangan bunga dalam malai, panjang sekitar 6-28 cm, dengan anak bulir berambut panjang (putih) sebagai alat untuk melayang bulir buah bila masak.



0 komentar: