Next
Previous

Minggu, 27 Oktober 2013

0

HMPSPB LUMBA-LUMBA

Sebuah organisasi di biologi dengan intensitas praktikum sangat tinggi, apakah mungkin? Berawal dari berdirinya program studi pendidikan biologi pada 18 Juli 1984 berdasarkan SK Dikti nomor 44/DIKTI/KEP/1984. Pada tanggal tersebut di mulailah awal perkuliahan pendidikan biologi di Universitas Jember. Pada masa awal-awal perkuliahan tersebutlah mulai tercetusnya ingin mendirikan sebuah organisasi yang dapat mewadahi mahasiswa pendidikan biologi itu sendiri. Di tahun pertama perkuliahan di pendidkan biologi muncul organisasi pertama kali bernama “ExBOr” (EXACT BIOLOGI ORGANISATION). berdirinya “ExBOr” belum ada esensi yang jelas bentuk organisasi ini. Pada tahun ketiga pendidikan biologi dan “ExBOr” berdiri, bertepatan setelah pulangnya prof. Sudarmadji. Ph. D, dari studi S2 di Amerika, nama “ExBOr” itu sendiri dipertanyakan dan mendapatkan kritikan untuk mengganti nama organisasi ini. Nama LUMBA-LUMBA inilah pertama kali di lontarkan oleh Dr. Suratno, M. Si yang kala itu menjabat sebagai ketua “ExBOr” dan ketua LUMBA-LUMBA pertama kali. Nama LUMBA-LUMBA ini kemudian disepakati oleh anggota organisasi ini dengan makna bahwasanya hewan ini mudah bersahabat dengan siapa saja. Pada masa Dr. Suratno, M. Si, ini juga lah muncul penyetaraan organisasi-organisasi mahasiswa pada program studi oleh PD III saat itu. Sehingga setelah itu terbentukalah HMPSPB LUMBA-LUMBA. Dalam perkembangannya HMPSPB LUMBA-LUMBA mengalami banyak perbahan-perbahan ke arah yang lebih baik, di antaranya logo, logo yang kita lihat saat ini adalah perubahan dari lambang DNA dengan Lumba-lumba di dalam segi lima, dan sekarang hanya ada Lumba-lumba didalamnya.

Minggu, 20 Oktober 2013

0

FKIP Unej Jember

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember merupakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan yang mengembangkan SAINSTEK dan menghasilkan tenaga kependidikan yang berkompeten, berdaya saing global dan berwawasan global. FKIP Unej memiliki 4 jurusan & 10 program studi yaitu:
Jurusan PMIPA:
1. Pendidikan Matematika
2. Pendidikan Fisika
3. Pendidikan Biologi
Jurusan IPS:
1. Pendidikan Ekonomi
2. Pendidikan Sejarah
Jurusan Bahasa:
1. Pendidikan Bahasa Inggris
2. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurusan Pendidikan:
1. Pendidikan Guru Sekolah Dasar
2. Pendidikan Luar Sekolah
3. Pendidikan Anak Usia Dini
Peta FKIP Unej
FKIP Unej di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Sunardi, M.Pd sebagai dekan, Dr. Sukatman, M.Pd sebagai pembantu dekan I, Drs. Singgih Bektiarso, M.Pd sebagai pembantu dekan II, dan Drs. Sumarjono M.Si sebagai pembantu dekan III memiliki visi dan misi sebagai berikut
Visi:
Menjadi Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan yang unggul dalam pengembangan SAINSTEK, penghasil tenaga kependidikan yang kompeten, berdaya saing global dan berwawasan lingkungan.
Misi:
1. Menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesi untuk menghasilkan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi
2. Melaksanakan penelitian yang mendukung pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran untuk menghasilkan inovasi dalam bidang pendidikan
3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung program bidang kependidikan
4. Mengembangkan sains, teknologi dan seni yang mendukung pengembangan bidang kependidikan
5. Mengembangkan kerja sama dengan stake holders dan lembaga lain dalam dan luar negeri
6. Mengembangkan sistem pengelolaan fakultas yang akuntabel

Untuk mencapai visi dan misi di atas, FKIP Unej memiliki fasilitas-fasilitas pendukung di antaranya:
1.   Laboratory at every study program
2.   Micro teaching laboratory
3.   Computer laboratory
4.   Broadcasting laboratory
5.   Appropriate lecture room
6.   Laboratory
7.   Hot spot at every area
8.   Self acces center
9.   Student Center Learning (SCL)
10. Basket ball court
11. Futsal court
13. Volley ball court
14. Open theatre

FKIP Unej memiliki beberapa unit pelaksana teknis yaitu:
1. Unit Program Pengalaman Lapangan (UPPL) dan Micro Teaching
2. Unit Sumber Belajar dan Layanan Teknologi Informasi (USB LTI)
3. Unit Kurikulum dan Pengembang Pembelajaran dan Sertifikasi Kompetensi Pendidik (UKPP-SKP)
4. Gugus Penjaminan Mutu (GPM)

FKIP Unej merupakan salah satu fakultas yang paling diminati, animo masyarakat untuk memilih fakultas ini semakin meningkat, hal ini ditunjukkan oleh tabel berikut ini:


Pengembangan dan pembimbingan mahasiswa di FKIP Unej diupayakan baik melaui jalur ekstrakulikuler. Kegiatan ekstrakulikuler merupakan kegiatan kemahasiswaan untuk melengkapi kegiatan kulikuler dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Untuk mensukseskan hal tersebut, FKIP Unej memiliki banyak organisasi kemahasiswaan, di antaranya:
1.   Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika Mathematics Students Club (MSC)
2.   Himpunan Mahasiswa Pendidikan Fisika Neutron
3.   Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi Lumba-Lumba
4.   Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Mercusuar
5.   Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris ESA
6.   Ikatan Mahasiswa Bahasa & Sastra Indonesia (Imabina)
7.   Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Libra
8.   Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah
9.   Himpunan Mahasiswa PLS Andragogie
10. Badan Eksekutif Mahasiswa
11. Dewan Perwakilan Mahasiswa
12. Pecinta Alam Gemapita
13. Paduan Suara Paranada
14. UKM Pijar Pendidikan
15. UKM Koperasi Mahasiswa
16. UKM Teater Tiang

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan memiliki beberapa prestasi, berikut ini prestasi yang pernah diraih FKIP Unej (tidak saya sebutkan semua) yaitu:
1. Mengadakan seminar internasional dengan tema "The Readiness Indonesia-Thailand Curriculum To Welcome ASEAN Eight Plus Community" pada tahun 2013
2. Peraih Medali Perunggu OSN Pertamina 2012 Bidang Fisika
3. Memberangkatkan 27 Mahasiswa ke Thailand dalam Program KK-PPL
4. Participant of "International Conference on Innovation and Challenge in Education" in Turkey

6. Juara 2 Mawapres Universitas Jember

Saya sangat merekomendasikan fakultas ini untuk menjadi tujuan para lulusan SMA atau sederajat. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi contact person yang ada di bawah ini,
Email : woro.fkip@unej.ac.id
Telp: 0331-334988, 330738
Fax: 0331-332475

Rabu, 16 Oktober 2013

0

lingkungan (pengelolaan limbah rumah sakit)

 Rumah sakit merupakan salah satu tempat yang mengharuskan penanganan kebersihan dengan standar yang tinggi. Mengapa demikian? Jelas karena Limbah medis rumah sakit merupakan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Limbah rumah sakit jika tidak tertangani dengan baik akan berdampak bagi manusia, mahluk hidup, serta lingkungan di sekitar rumah sakit. Dampak tersebut dapat berupa pencemaran air, pencemaran daratan, serta pencemaran udara.
Air yang tercemar menjadi tidak bermanfaat untuk keperluan rumah tangga (misalnya air minum, memasak, mencuci), industri, pertanian (misalnya: air yang terlalu asam/basa akan mematikan tanaman/hewan). Air yang telah tercemar oleh senyawa organik maupun anorganik menjadi media berkembangnya berbagai penyakit dan penularan langsung melalui air (misalnya Hepatitis A, Cholera, Thypus Abdominalis, Dysentri, Ascariasis/Cacingan, dan sebagainya). Selain itu, air tercemar dapat menjadi penyebab penyakit tidak menular, yang  muncul terutama karena air lingkungan telah tercemar oleh senyawa anorganik terutama unsur logam (misalnya keracunan air raksa/merkuri).
Pencemaran daratan pada umumnya berasal dari limbah padat yang dibuang atau dikumpulkan di suatu tempat penampungan. Dampak pencemaran daratan dapat secara langsung dan tidak langsung bagi kesehatan lingkungan sekitar. Dampak pencemaran daratan yang secara langsung dirasakan adalah timbulnya bau busuk karena degradasi limbah organik oleh mikroorganisme. Dampak langsung lainnya yaitu timbunan limbah padat dalam jumlah besar akan menimbulkan kesan kumuh dan kotor, yang secara psikis akan mempengaruhi penduduk di sekitar tempat penumpukan sampah tersebut. Dampak tak langsung, contohnya adalah tempat pembuangan limbah padat baik Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan menjadi pusat perkembangbiakan tikus dan serangga yang merugikan manusia seperti lalat dan nyamuk. Penyakit-penyakit yang ditimbulkan dengan perantaraan tikus, lalat dan nyamuk di antaranya adalah pest, kaki gajah, malaria, demam berdarah dan sebagainya.

Sedangkan dampak pencemaran udara tidak hanya berakibat langsung terhadap kesehatan manusia, tetapi juga berpengaruh kepada hewan, tanaman dan sebagainya. Komponen pencemar udara dapat berupa Karbon Monoksida (CO) dan Nitrogen Oksida (Nox). Karbon monoksida apabila terhisap ke dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena gas CO bersifat racun metabolis, ikut bereaksi secara metabolis dengan darah. Konsentrasi gas Nitrogen Oksida yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada sistem syaraf yang mengakibatkan kejangkejang.
Oleh karena itu dibutuhkan tenaga keOleh karena itu dibutuhkan tenaga kebersihan untuk pekerjaan cleaning service rumah sakit (profesional cleaning service rumah sakit) yang benar-benar mengerti bagaimana menangani limbah rumah sakit.

PENGELOLAAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT
           Air limbah rumah sakit adalah seluruh buangan cair yang berasal dari hasil proses seluruh kegiatan rumah sakit yang meliputi: limbah domistik cair yakni buangan kamar mandi, dapur, air bekas pencucian pakaian; limbah cair klinis yakni air limbah yang berasal dari kegiatan klinis rumah sakit misalnya air bekas cucian luka, cucian darah dll.; air limbah laboratorium; dan lainya. Air limbah rumah sakit yang berasal dari buangan domistik maupun buangan limbah cair klinis umumnya mengadung senaywa pulutan organik yang cukup tinggi, dan dapat diolah dengan proses pengolahan secara biologis, sedangkan untuk air limbah rumah sakit yang berasal dari laboratorium biasanya banyak mengandung logam berat yang mana bila air limbah tersebut dialirkan ke dalam proses pengolahan secara biologis, logam berat tersebut dapat menggagu proses pengolahannya. Oleh karena itu untuk pengelolaan air limbah rumah sakit, maka air limbah yang berasal dari laboratorium dipisahkan dan ditampung, kemudian diolah secara kimia-fisika, Selanjutnya air olahannya dialirkan bersama-sama dengan air limbah yang lain, dan selanjutnya diolah dengan proses pengolahan secara biologis. Diagram proses pengelolaan air limbah rumah sakit secara umum dapat dilihat seperti pada gambar1.
           Di dalam pengelolaan air limbah rumah sakit, maka yang perlu diperhatikan adalah sistem saluran pembuangan air. Saluran air limbah dan saluran air hujan harus dibuat secara terpisah. Air limbah rumah sakit baik yang berasal dari buangan kamar mandi, air bekas ccucian, air buangan dapur serta air limbah klinis dikumpulkan ke bak kontrol dengan saluran atau pipa tertutup, selanjutnya dialirkan ke unit pengolahan air limbah. Setelah dilakukan pengolahan, air hasil olahannya dibuang ke saluran umum. Untuk air hujan dapat langsung dibuang kesaluran umum melalui saluran terbuka.
           Dari hasil analisa kimia terhadap berberapa contoh air limbah rumah sakit yang ada di DKI Jakarta menunjukkan bahwa konsentrasi senywa pencemar sangat bervariasi misalnya, BOD 31,52 - 675,33 mg/l, ammoniak 10,79 - 158,73 mg/l, deterjen (MBAS) 1,66 - 9,79 mg/l. Hal ini mungkin disebabkan karena sumber air limbah juga bervarisi sehingga faktor waktu dan metoda pengambilan contoh sangat mempengaruhi besarnya konsentarsi. Secara lengkap karakteristik air limbah rumah sakit dapat dilihat pada tabel 1. Dari tabel tesebut terlihat bahwa air limbah rumah sakit jika tidak diolah sangat berpotensi untuk mencemari lingkungan. Selain pencemaran secara kimiawi, air limbah rumah sakit juga berpotensi untuk memcemari lingkungan secara bakteriologis.



Gambar 1 : Diagram pengelolaan air limbah rumah sakit

Selasa, 15 Oktober 2013

1

Susanne Klatten

Mrs. Susanne Klatten, B.Sc., MBA, served as a Chair of Supervisory Board at SGL Carbon SE since April 2013 and served as it's Deputy Chairwoman of Supervisory Board from August 2012 to April 2013. Mrs. Klatten is a Shareholder of Skion GmbH and serves as its Owner. She served as Deputy Chairwoman and a Member of the Supervisory Board at Altana AG. She is a Senator Honorary of the Technische Universitat Munchen. She serves as Chairwoman of the board of Counselors of the Herbert Quandt Foundation. She serves as a Member of Supervisory Board of Technical university of Munich. Mrs. Klatten also serves as a Member of the Supervisory Board at BMW Group (also known as Bayerische Motoren Werke AG), ALTANA Pharma AG and UnternehmerTUM GmbH. She has a Master of Business Administration from Buckingham, Great Britain and Lausanne, SwitzerlandBillionaire Susanne Klatten met Helg Sgarbi for the first time in a luxury hotel in Austria.
Sgarbi, a Swiss former investment banker, told her he was a 'special adviser for the Swiss government,' and Klatten fell in love with him soon after.
But everything was a lie, Klatten testified in a hearing yesterday, the Daily Mail reports.
Sgarbi, who was dubbed "the Swiss gigolo" in the German press, was handed a six year jail sentence in 2009 for defrauding married Klatten of millions and "attempting to blackmail her for tens of millions more," according to the AP.
He had threatened to publish secretly recorded videotapes of the two together unless she paid up, and also claimed he had left a girl paraplegic after a car crash and needed the money for her treatment.
Klatten is one of the richest women in the world; she owns a 46% stake in BMW with her brother and mother.
In an Italian court yesterday, where the man who masterminded the plot -- a "mystical faith healer" called Ernani Barretta -- is on trial, Klatten described for the first time how she was duped.
According to the Daily Mail,
She said: 'The first time he asked for money I gave him seven million Euro - it wasn't because I was being blackmailed, it was an act of love towards him. He told me he had caused a serious car accident and that the Mafia were after him and he needed the money because he had to pay them off. He said they would kill him unless he gave them the money.'
Ms Klatten then told the court how after she had paid him, Sgarbi kept asking for money and that eventually she went to the police after he demanded £40 million or he would make public their affair.
She said: 'He asked me to meet him at the Holiday Inn in Munich. When I went there he showed me two photographs, in one of them I was naked and so was he. I could tell they were from a video and I was scared. There was a letter which said he would tell all to the press and my family. He wanted money and I had already given him seven million Euro.
The indictment against Sgarbi described how "he had thoroughly researched" Klatten prior to making advances on her at the luxury spa, and "was simultaneously playing along two wives of industrialists staying at the mountain resort," the Times said.
0

Universitas Jember

Universitas Jember (UNEJ), adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang terletak di kota Jember, sebuah kota berhawa tropis di bagian tenggara Provinsi Jawa Timur. Kampus UNEJ berada di kawasan hijau yang ramah lingkungan sehingga memberikan ketenangan dalam melaksanakan kegiatan akademik. Kota Jember sendiri berada di antara Kawah Ijen dan Gunung Bromo serta dikelilingi perkebunan yang sebagian besar ditanami tembakau, kopi, coklat dan tebu.
Terdapat dua mayoritas penduduk yang tinggal di Jember, yaitu komunitas Jawa dan Madura yang masing-masing mempunyai keunikan budaya. Dua karakteristik etnik dan budaya yang dipadu dengan kawasan perkebunan tersebut membentuk kombinasi yang indah dari sisi pemandangan alam dan warisan budaya. Di tempat inilah UNEJ terus maju dan berkembang.
Sejarah
Cikal bakal Universitas Jember berasal dari gagasan dr. R. Achmad bersama-sama dengan R. Th. Soengedi dan R. M. Soerachman yang bercita-cita mendirikan perguruan tinggi di Jember. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut pada tanggal 1 April 1957, ketiganya membentuk panitia yang diberi nama Panitia Triumviraat dengan komposisi Ketua dr. R. Achmad; Penulis R. Th. Soengedi, dan Bendahara R. M. Soerachman.
Selanjutnya Panitia Triumviraat ini pada tanggal 5 Oktober 1957 membentuk yayasan dengan nama Yayasan Universitas Tawang Alun (disahkan dengan Akta Notaris tanggal 8 Maret 1958 Nomor 13 di Jember). Yayasan Universitas Tawang Alun inilah yang kemudian mendirikan universitas swasta di Jember dengan nama Universitas Tawang Alun yang kemudian disingkat UNITA. Dalam perjalanannya, ketiga tokoh tersebut mendapatkan dukungan penuh Bupati Jember saat itu, R. Soedjarwo.
Pada tahun 1959 tepatnya pada tanggal 26 Januari 1959, R. Soedjarwo diangkat sebagai Ketua Yayasan Unita. Secara kebetulan, pada periode 1957 sampai dengan 1964, R. Soedjarwo juga menjabat sebagai Ketua DPRD Swatantra. Boleh dikata, sebagai Bupati Jember waktu itu, R. Soedjarwo mempunyai perhatian cukup besar terhadap pembangunan pendidikan di Kabupaten Jember. Mengingat bahwa anggaran pemerintah saat itu masih sangat terbatas. Maka, untuk menunjang bidang pendidikan, R. Soedjarwo bersama tokoh-tokoh masyarakat kemudian mendirikan Yayasan Pendidikan Kabupaten Jember (YPKD) dengan menggali dana dari masyarakat untuk menunjang dunia pendidikan. Salah satu cara yang unik dalam mengumpulkan dana, R. Soedjarwo minta sumbangan dari masyarakat Kabupaten Jember berupa buah kelapa dan botol kosong untuk dijual. Selanjutnya dananya dipergunakan untuk membantu Unita dan sekolah-sekolah yang lain.(1) Untuk membesarkan Unita, R. Soedjarwo kemudian membantu mendirikan gedung kampus Unita yang ada di jalan PB Sudirman seluas 656 meter persegi. Gedung tersebut dibangun di atas tanah seluas 2.160 meter persegi dengan biaya pembangunan sebesar Rp 23.243,66. Dana tersebut bersumber dari dana YPKD. Sejak tahun 1960, Unita semakin berkembang. Jumlah fakultas, satu demi satu bertambah. Meliputi, Fakultas Sosial Politik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan dan Fakultas Pertanian. Seiring perjalanan waktu, untuk menambah prasarana kampus, Unita mengundang USAID untuk mendapatkan sumbangan berupa alat laboratorium dan buku-buku.(1)
Kampus Universitas Jember di Tegal Boto, sebenarnya sudah diimpikan R. Soedjarwo. Saat itu tahun 1960, Tegal Boto masih berupa daerah terpencil bagaikan “pulau mati” dan tidak bisa dijangkau transportasi darat. Untuk membuka daerah tersebut, R. Soedjarwo mulai membangun jembatan di jalan PB Sudirman arah ke Jalan Mastrip pada 1961. “Jembatan tersebut baru selesai tahun 1976 dan hingga kini dikenal sebagai jembatan Jarwo. Pada awal 1961 Yayasan Unita mulai merintis upaya agar Unita bisa berstatus negeri. Untuk itu, R. Soedjarwo mengadakan koordinasi dengan segenap pengurus yayasan, pengurus Unita, tokoh-tokoh daerah, termasuk anggota DPRD. Sidang DPRD pada 19 April 1961 akhirnya menghasilkan keputusan menetapkan resolusi. Resolusi tersebut isinya menyangkut beberapa hal. Pertama, tentang memperkuat ide pembukaan Fakultas Kedokteran, kedua mengirim delegasi yang terdiri dari Ketua DPRD menghadap Pemerintah Pusat, dan ketiga Universitas Tawang Alun agar diakui sebagai Universitas Negeri. Langkah selanjutnya, Yayasan Unita mengirim beberapa delegasi untuk menghadap Menteri PTIP waktu itu dipegang Prof Mr Iwa Kusumasumantri. Hasilnya memberikan harapan baru, pemerintah akan menegerikan Unita bersama-sama dengan Unibraw pada 20 Mei 1962. (1)
Untuk menyongsong rencana tersebut, Yayasan Unita kemudian mengirim kembali delegasinya pada 14-24 Maret 1962. Namun di luar dugaan, telah terjadi pergantian Menteri PTIP, yaitu Prof Dr Ir Thoyib Hadiwidjaja yang mempunyai kebijakan baru bahwa tidak membenarkan penegerian dua universitas dalam satu provinsi secara bersamaan. Akibat penundaan penegerian Unita tersebut, Unita akhirnya diintegrasikan ke Universitas Brawidjaya Malang berdasarkan SK Menteri PTIP No1, tertanggal 5 Januari 1963. Hal ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat Jember dan mahasiswa Unita khususnya. Melihat hambatan tersebut R. Soedjarwo terus berusaha dengan mengirim delegasi ke Jakarta hingga mendapat dukungan dari DPRD untuk mendesak pemerintah pusat untuk menegerikan Unita menjadi universitas negeri secepatnya. Jerih payah R. Soedjarwo dengan dibantu pihak-pihak terkait, akhirnya membuahkan hasil dengan terbitnya SK Menteri PTIP No 153 tahun 1964 tertanggal 9 November 1964 tentang Didirikannya Sebuah Universitas Negeri Jember. (1)
Pada awal berdirinya pada tahun 1964, Universitas Negeri Djember yang disingkat UNED, memiliki lima fakultas, terdiri dari Fakultas Hukum di Jember, dengan cabangnya di Banyuwangi, Fakultas Sosial dan Politik dan Fakultas Pertanian di Jember, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Sastra di Banyuwangi. Dengan rektor pertama dijabat oleh dr. R. Achmad.
Kepemimpinan dr. R. Achmad dilanjutkan oleh Letkol Soedi Harjohoedojo (1967-1969), Letkol Soetardjo, SH (1969-1978) dan Kolonel Drs. H.R. Warsito (1978-1986). Baru semenjak tahun 1986, rektor Universitas Jember dijabat oleh sivitas akademika-nya sendiri, yakni oleh Prof. Dr. Simanhadi Widyaprakosa (1986-1995), Prof. Dr. Kabul Santoso, M.S. (1995-2003), Dr. Ir. T. Sutikto, M.Sc. (2003-2012), dan Moch. Hasan, M. Sc., Ph.D (2012 - sampai kini).
Tugas Pokok
Universitas Jember mempunyai tugas pokok yaitu menyelenggarakan pendidikan tinggi dan memberikan pendidikan berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia dengan cara ilmiah yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam upaya mewujudkan tujuan nasional.
Motto
Dalam rangka memberikan arah dalam meningkatkan kualitas masukan, proses, dan keluaran secara berkelanjutan, UNEJ telah merumuskan kebijakan mutu akademik. Intisari dari kebijakan mutu akademik tersebut adalah UNEJ akan selalu mengutamakan kualitas (quality first).
Fungsi
  • Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan;
  • Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan IPTEKS;
  • Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat;
  • Melaksanakan pembinaan sivitas akademika dan hubungannya dengan lingkungan;
  • Melaksanakan kegiatan layanan administrasi.
Fakultas
Sampai dengan Tahun Akademik 2012/2013, Universitas Jember mempunyai 13 Fakultas dan 2 Program Studi setara Fakultas yang terdiri dari 11 Program Studi jenjang Diploma, 40 Program Studi jenjang S-1, dan 8 Program Studi jenjang S-2, dan 1 Program Studi jenjang S-3 yaitu:
  • Fakultas Sastra
  • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan [1]
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  • Fakultas Hukum [2][3]
  • Fakultas Ekonomi
  • Fakultas Pertanian
  • Fakultas Kedokteran Gigi
  • Fakultas Teknologi Pertanian [4]
  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam [5]
  • Fakultas Teknik
  • Fakultas Kedokteran [6]
  • Fakultas Kesehatan Masyarakat
  • Fakultas Farmasi [7]
  • Program Studi Ilmu Keperawatan [8]
  • Program Studi Sistem Informasi [9]
  • Program Pasca Sarjana [10]
Masing-masing Fakultas dan Program Studi setara Fakultas memiliki identitas dan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan stakeholders.

Pascasarjana Universitas Jember sampai dengan saat ini menyelenggarakan beberapa Program Magister dan Doktor yaitu:
1. Program Doktor Ilmu Administrasi dengan ijin penyelenggaraan Nomor : 2083/D/T/2008 tanggal 7 Juli 2008;
2. Program Studi Magister Manajemen dengan ijin penyelenggaraan Nomor : 67/DIKTI/Kep/2007, tanggal 2 April 2007;
3. Program Studi Magister Agronomi dengan Ijin penyelenggaraan Nomor: 67/DIKTI/Kep/2007, tanggal 2 April 2007;
4. Program Studi Magister Ilmu Administrasi dengan ijin penyelenggaraan Nomor: 67/DIKTI/Kep/2007, tanggal 2 April 2007
5. Program Studi Magister Agribisnis dengan ijin penyelenggaraan Nomor ; 1702/D/T/K-N/2009, tanggal 27 Maret 2007
6. Program Studi Magister Ilmu Hukum dengan ijin penyelenggaraan Nomor : 1605/D/T/K-N/2009, tanggal 27 Maret 2009;
7. Program Studi Magister Ilmu Ekonomi dengan ijin penyelenggaraan Nomor : 1607/D/T/K-N/2009, tanggal 27 Maret 2009
8. Program Studi Magister Sains Matematika dengan ijin penyelenggaraan Nomor : 1694/D/T/2009, tanggal 17 September 2009;
9. Program Studi Magister Sains Biologi dengan ijin penyelenggaraan Nomor : 49/D/T/2010, tanggal 18 Januari 2010;
Lembaga
  • Lembaga Penelitian (LEMLIT)
Lemlit merupakan unsur pelaksana akademik yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi universitas di bidang penelitian yang berada di bawah rektor.
  • Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM)
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat merupakan unsur pelaksana akademik yang melaksanakan tugas pokok di bidang pengabdian kepada masyarakat yang berada di bawah rektor. Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan ikut mengusahakan serta mengendalikan sumber daya yang diperlukan.
  • Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan (LP3)
Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan merupakan unsur pelaksana yang mengembangkan, mengkoordinasi, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan pendidikan yang diselenggarakan oleh pusat-pusat pendidikan dan ikut mengusahakan serta mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan.










0

Alang-Alang



ALANG-ALANG

Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian. Rumput ini juga dikenal dengan nama-nama daerah seperti alalang, halalang (Min.), lalang (Mly., Md., Bl.), eurih (Sd.), rih (Bat.), jih (Gayo), re (Sas, Sumbawa), rii, kii, ki (Flores), rie (Tanimbar), reya (Sulsel), eri, weri, weli (Ambon dan Seram), kusu-kusu (Menado, Ternate dan Tidore), nguusu (Halmahera), wusu, wutsu (Sumba) dan lain-lain.
Nama ilmiahnya adalah Imperata cylindrica, dan ditempatkan dalam anak suku Panicoideae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai bladygrass, cogongrass, speargrass, silver-spike atau secara umum disebut satintail, mengacu pada malai bunganya yang berambut putih halus. Orang Belanda menamainya snijgras, karena sisi daunnya yang tajam melukai.
Ekologi dan penyebaran
Alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah yang gembur. Berlawanan dengan anggapan umum, alang-alang tidak suka tumbuh di tanah yang miskin, gersang atau berbatu-batu. Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak disinari matahari sampai agak teduh, dengan kondisi lembap atau kering. Di tanah-tanah yang becek atau terendam, atau yang senantiasa ternaungi, alang-alang pun tak mau tumbuh. Gulma ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak dan terbuka, bekas ladang,sawah yang mengering, tepi jalan dan lain-lain. Di tempat-tempat semacam itu alang-alang dapat tumbuh dominan dan menutupi areal yang luas.
Sampai taraf tertentu, kebakaran vegetasi dapat merangsang pertumbuhan alang-alang. Pucuk-pucuk ilalang yang tumbuh setelah kebakaran disukai oleh hewan-hewan pemakan rumput, sehingga lahan-lahan bekas terbakar semacam ini sering digunakan sebagai tempat untuk berburu.
Alang-alang menyebar alami mulai dari India hingga ke Asia timur, Asia Tenggara, Mikronesia dan Australia. Kini alang-alang juga ditemukan di Asia utara, Eropa, Afrika, Amerika dan di beberapa kepulauan. Namun karena sifatnya yang invasif tersebut, di banyak tempat alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat merepotkan.
Jenis yang berkerabat
Marga Imperata memiliki anggota sekitar 8 atau 9 spesies. Selain Imperata cylindrica, beberapa jenis yang lain misalnya:
MANFAAT ALANG-ALANG SEBAGAI TANAMAN OBAT
Alang-alang adalah tanaman sejenis gulma yang sangat mudah kita temukan di area ladang atau pesawahan. Tumbuhan dengan nama ilmiah Imperata cylindrical ini memang tumbuh subur di area tersebut dan perkembangannya bisa mengalahkan tanaman yang memang sengaja ditanam petani.
Dibalik keberadaannya sebagai tanaman gulma, ternyata alang-alang juga memiliki peranan yang baik dalam melindungi tanah dari erosi. Pertumbuhan yang cepat, serta perkembangan akar yang saling bertautan antar pohon membentuk jalinan rimpang kuat yg dapat menahan tanah disekitarnya.

Bagian daun alang-alang juga banyak dimanfaatkan untuk atap rumah. Bagian lain dari alang-alang  yg dapat dimanfaatkan yaitu serat halus dari malai bunganya dapat digunakan untuk mengisi alas tidur / bantal sebagai pengganti kapuk.

Klasifikasi Dan Ciri Umum
Klasifikasi alang-alang
  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi:Magnoliophiyta
  • Kelas:Liliopsida
  • Ordo:Poales
  • Famili:Poaceae
  • Genus:Imperata Spesies:l.cylindrica
Ciri-Ciri Tanaman Alang-alang 
  • Rumput menahun, tunas panjang bersisik, tumbuh merayap dibawah tanah. Pucuk tunas yang tumbuh keluar tanah runcing tajam.
  • Batang pendek tumbuh menjulang naik keatas tanah dan berbunga. Tinggi antara 0,2-1,5 m.
  • Setiap helaian daun membentuk garis lanset dengan bagian ujung daun runcing. Bagian pangkal menyempit berbetuk talang, panjang daun sekitar 12-80 cm ,bagian tepi kasar serta bergerigi tajam, berambut panjang dibagian pangkalnya, tulang daun umumnya lebar dan berwarna pucat ditengahnya.
  • Karangan bunga dalam malai, panjang sekitar 6-28 cm, dengan anak bulir berambut panjang (putih) sebagai alat untuk melayang bulir buah bila masak.