Sabtu, 31 Mei 2014

0

karakteristik tanaman jambu biji dan kelapa



JAMBU BIJI (Guajava psidium)

1.      Akar (radix)
Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat didalam tanah, pada tanaman Guajava psidium akar berfungsi sebagai memperkokoh berdirinya tanaman, menyerap dan mengangkut air serta zat-zat makanan.
 Psidium guajava memiliki sistem perakaran tunggang, jika akar lembaga tumbuh terus akan menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar yang berasal dari akar lembaga disebut dengan akar tunggang (radix primaria). Dengan bagian-bagian leher akar atau pangkal akar yaitu bagian yang bersambungan dengan pangkal batang. Ujung akar yaitu bagian akar yang paling muda, dapat mengadakan percabangan. Batang akar yaitu bagian akar antara ujung akar dan pangkal akar. Cabang akar yaitu keluar dari akar pokok dan dapat melakukan percabangan lagi. Serabut akar yaitu cabang akar yang sangat halus. Tudung akar yaitu bagian akar yang letaknya paling ujung terdiri atas jaringan yang berguna untuk melindungi ujung akar yang masih muda dan lemah.

2.      Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang sangat penting, dan mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Karena berfungsi untuk menopang seluruh tubuh tumbuhan tersebut.
 Batang dari tanaman Psidium guajava jenisnya adalah batang berkayu atau lignosus yaitu karena batangnya keras dan kuat berbentuk bulat (terres). Tajuk dari tumbuhan ini adalah membulat. Permukaanya licin dan terlihat lepasnya kerak (bagian kulit yang mati). Batang jambu biji ini juga memiliki arah tumbuh yang tegak lurus (erectus).Kemudian arah percabangannya dikotom yaitu cara percabangan yang batang setiap kali menjadi dua cabang yang sama besarnya. Cabang-cabang ini juga memiliki sifat sirung pendek (virgula atau virgula sucrescens)  yaitu cabang-cabang kecil dengan ruas-ruas pendek yang selain daun biasanya merupakan pendukung bunga dan daun. Cabang yang dapat menghasilkan alat perkembangbiakan bagi tumbuhan ini disebut pula cabang yang subur (fertil). Cabang-cabang pada tanaman ini juga mempunyai arah tumbuh condong ke atas (patens) karena cabang dengan batang pokok membentuk sudut kurang lebih 45. Merupakan tumbuhan menahun atau tumbuhan keras.yaitu tumbuhan yang dapat mencapai umur sampai bertahun-tahun belum juga mati.

3.      Daun (folia)
Daun dari Psidium guajava tergolong daun tidak lengkap karena hanya terdiri dari tangkai (petiolus) dan helaian (lamina) saja disebut daun bertangkai. Dilihat dari letak bagian terlebarnya jambu biji bagian terlebar daunya berada ditengah-tengah dan memiliki bangun jorong karena perbandingan panjang : lebarnya adalah 1½ - 2 : 1. Selain itu dari ujung daun ini berbentuk membulat (rotundatus) karena tidak terbentuk sudut sama sekali, pada pangkal terlihat tumpul (obtusus). Bertulang daun menyirip (penninervis) mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal keujung dan merupakan terusan tangkai daun, tulang cabang dapat mencapai tepi daun. Tepi daun rata tidak bertoreh. Kemudian daging daunnya chartaceus karena tipis tetapi cukup tegar. Sedangkan permukaan daunnya berkerut (rogosus).

4.      Bunga (flos)
Bunga adalah bagian dari tumbuhan yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. Pada umumnya bunga memiliki sifat-sifat yang menarik sebagai berikut :
 - Bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya
 - Warnanya
 - Baunya
 - Ada dan tidaknya madu ataupun zat lain
 Menurut tempatnya pada tumbuhan, bunga dari Psidium guajava ini termasuk dalam golongan flos lateralis atau flos axillaris yaitu bunga yang terletak pada bagian ketiak daun.
 Bunga tersebut memiliki bagian-bagian sebagai berikut :
 1. Pedicellus (tangkai bunga) yaitu cabang ibu tangkai yang mendukung bunganya.
 2. Receptaculum (dasar bunga) yaitu ujung tangkai bunga yang mendukung bagian-bagian bunga lainnya.
 3. Corolla (mahkota bunga) yaitu bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran dalam, biasanya bagian ini merupakan warna bunga.
 4. Stamen (benang sari) yaitu alat kelamin jantan.
 5. Pistillum (putik), alat kelamin betina yang terdiri atas : stigma, stillus, dan ovarium
 6. Kalyx (kelopak bunga) yaitu bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna hijau, dan sewaktu masih kuncup merupakan selubungnya yang menyelubungi kuncup terhadap pengaruh-pengaruh dari luar. Bunga ini termasuk bunga lengkap atau bunga sempurna (flos completus) karena memiliki alat kelamin ganda (benangsari dan putik) dan memiliki perhiasan (kelopak dan mahkota). Jumlah sepalae pada bunga ini adalah 5. Corolla dan calyxnya bebas. Memiliki stamen yang banyak yang duduk pada dasar bunga sedangkan pistil hanya satu di tengah. Bunga ini termasuk bunga yang memiliki simetri banyak (actinomorphus). Tipe ovariumnya yaitu inferus.

5.      Buah (Fruktus)
Jika penyerbukan pada bunga telah terjadi dan kemudian diikuti pula oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah , dan bakal biji yang terdapat di dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji. Pada pembentukan buah, ada kalanya bagian bunga selain bakal buah ikut tumbuh dan merupakan suatu bagian buah. Dan bagian-bagian bunga yang tidak gugur, melainkan ikut tumbuh dan tinggal pada buah, biasanya tidak mengubah bentuk dan sifat buah itu sendiri, jika bukan merupakan suatu bagian buah yang penting. Misalnya saja pada buah jambu biji ini, di bagian ujung buah masih dapat kita lihat kepala putiknya. Buah jambu biji ini merupakan buah sejati tunggal berdaging tipe buah buni karena buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja, dinding buahnya menjadi tebal berdaging. Buah ini termasuk dalam golongan buah buni (bacca) yaitu buah yang dindingnya mempunyai dua lapisan, yaitu lapisan luar yang tipis agak kaku seperti kulit dan lapisan dalam yang berdaging tebal, lunak, dan sedikit berair. Biji-bijinya terdapat bebas dalam dalam bagian yang lunak itu.buah buni yang berdinding tebal dan dapat dimakan.







































KELAPA (Cocos nucifera)

1.      Akar (radix)
Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat didalam tanah, pada tanaman Guajava psidium akar berfungsi sebagai memperkokoh berdirinya tanaman, menyerap dan mengangkut air serta zat-zat makanan.
Sistem perakaran pada Cocos nucifera adalah akar serabut (radix adventicia) yaitu jika akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang,akar-akar serabut ini kaku keras dan cukup besar seperti tambang.

2.      Batang (caulis)
Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang sangat penting, dan mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Karena berfungsi untuk menopang seluruh tubuh tumbuhan tersebut.
Batang pada Cocos nucifera merupakan batang berkayu (lignosus) biasa keras dan kuat. Tajuk dari tumbuhan ini adalah membulat. Bentuk batang bulat (terres), permukaan beralur (sulcatus) jika membujur batang terdapat alur-alur yang terlihat jelas. Arah tumbuh batang tegak lurus (erectus), tidak mengadakan percabangan karena merupakan tumbuhan monokotil sehingga mempunyai batang yang dari pangkal sampai ke ujung tak ada perbedaan besarnya. Merupakan tumbuhan menahun yaitu dapat mencapai umur sampai bertahun-tahun belum juga mati.

3.      Daun (folia)
Merupakan daun tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai (petiolus) dan helaian daun (lamina) dinamakan daun bertangkai. Tepi daun tidak bertoreh/ rata daging daun bersifat perkamen (perkamenteus), tipis tetapi cukup kaku. Permukaan licin (laevis)  mengkilat (nitidus). Ujung daun runcing (acutus) dan pangkal daun tumpul (obtusus). Susunan tulang sejajar (rectinervis) mempunyai satu satu tulang ditengah yang besar membujur daun sedang tulang-tulang lainnya lebih kecil dan nampaknya semuanya mempunyai arah yang sejajar dengan ibu tulanngnya tadi.

4.      Bunga (flos)
Bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun)yang bentuk , warna dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan sehingga bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan dan pada akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan.
Bunga pada Cocos nucifera merupakan bunga tidak lengkap karena tidak memiliki alat perhiasan yaitu mahkota dan kelopak. Bagian yang sulit dibedakan antara mahkota dan kelopak ini dinamakan tenda bunga (perigonium). Merupakan bunga berkelamin ganda yaitu memiliki alat kelamin jantan (benangsari) dan putik (alat kelamin betina). Merupakan bunga majemuk tak terbatas, ibu tangkai bercabang-cabang dan cabangnya dapat bercabang lagi sehingga bunga tidak terdapat pada ibu tangkai dengan tipe golongan bunga tongkol majemuk yaitu bunga tongkol yang ibu tangkainya bercabang-cabang dan masing-masing cabang merupakan bagian dengan susunan seperti tongkol pula. Suatu tongkol majemuk sebelum mekar biasanya diselubungi oleh seludang yang besar, tebal dan kuat.memiliki 1 simetris (zigomorphus).

5.      Buah (fruktus)
Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium).
Buah Cocos nucifera berjenis buah sejati tunggal berdaging tipe buah batu (drupa). Maksudnya buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja,dinding buahnya menjadi tebal berdaging,mempunyai kulit buah yang terdiri atas tiga lapisan yaitu:
1.      Kulit luar (epicarpium) yang tipis menjangat biasanya licin mengkilat.
2.      Kulit tengah (mesocarpium) yang tebal berdaging atau berserabut.
3.      Kulit dalam (endocarpium) cukup tebal, keras,dan berkayu.
Plasenta melekat pada endocarpium, beruang 1, funikulus tali pusar terletak di pinggir.
   




0 komentar:

Kamis, 17 April 2014

0

Lingkungan Hidup

Pengertian lingkungan hidup bisa dikatakan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar manusia atau makhluk hidup yang memiliki hubungan timbal balik dan kompleks serta saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya. 

Pada suatu lingkungan terdapat dua komponen penting pembentukannya sehingga menciptakan suatu ekosistem yakni komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik pada lingkungan hidup mencakup seluruh makluk hidup di dalamnya, yakni hewan, manusia, tumbuhan, jamur dan benda hidup lainnya. sedangkan komponen abiotik adalah benda-benda mati yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di sebuah lingkungan yakni mencakup tanah, air, api, batu, udara, dan lain sebagainya. 

Pengertian lingkungan hidup yang lebih mendalam menurut No 23 tahun 2007 adalah kesatuan ruang dengan semua benda atau kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya ada manusia dan segala tingkah lakunya demi melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia maupun mahkluk hidup lainnya yang ada di sekitarnya. 
Kerusakan lingkungan adalah deteriorasi lingkungan dengan hilangnya sumber daya air, udara, dan tanah; kerusakan ekosistem dan punahnya fauna liar. Kerusakan lingkungan adalah salah satu dari sepuluh ancaman yang secara resmi diperingatkan oleh High Level Threat Panel dari PBB. The World Resources Institute (WRI),UNEP (United Nations Environment Programme), UNDP (United Nations Development Programme), dan Bank Dunia telah melaporkan tentang pentingnya lingkungan dan kaitannya dengan kesehatan manusia, pada tanggal 1 Mei 1998. Kerusakan lingkungan terdiri dari berbagai tipe. Ketika alam rusak dihancurkan dan sumber daya menghilang, maka lingkungan sedang mengalami kerusakan. Environmental Change and Human Health, bagian khusus dari laporan World Resources 1998-99 menjelaskan bahwa penyakit yang dapat dicegah dan kematian dini masih terdapat pada jumlah yang sangat tinggi. Jika perubahan besar dilakukan demi kesehatan manusia, jutaan warga dunia akan hidup lebih lama. Di negara termiskin, satu dari lima anak tidak bisa bertahan hidup hingga usia lima tahun, terutama disebabkan oleh penyakit yang hadir karena keadaan lingkungan yang tidak baik. Sebelas juta anak-anak meninggal setiap tahunnya, terutama disebabkan oleh malaria, diare, dan penyakit pernapasan akut, penyakit yang sesungguhnya sangat mungkin untuk dicegah.



http://id.wikipedia.org/wiki/Kerusakan_lingkungan


Universitas Jember

Biologi education

0 komentar:

Rabu, 16 April 2014

0

Car Free Day


Sejarah Car Free Day International
Telah dimulai sejak jaman krisis minyak di tahun 70an di Amerika dan dilaksanakan di beberapa kota eropa pada awal 90an. Acara Car Free Day International mulai diselenggarakan di kota-kota Eropa pada tahun 1999 yang merupakan proyek percontohan kampanye Uni Eropa ”Kota tanpa Mobil” (”In Town Without My Car”) kampanye ini terus berlanjut hingga kini dalam ventuk Minggu Mobilitas Eropa (European Mobility Week). Car Free Day telah dilaksanakan di lebih dari 1500 kota di 40 negara melalui penutupan sebuah penggal jalan untuk kemudian mengisinya dengan berbagai kegiatan seperti festival jalanan, bazar, parade sepeda, dan kegiatan lainnya. Penutupan jalan akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali berjalan kaki di jalan-jalan yang biasanya dijejali oleh kendaraan pribadi. Untuk mengetahui hasil yang lebih nyata, kegiatan ini perlu di lengkapi dengan pengukuran kualitas udara dan kualitas suara serta lalu lintas kendaraan selama dan sesudah pelaksanaan Car Free Day. Hasil pengukuran akan menjadikan advokasi kebijakan dan kampanye pentingnya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Sedangkan untuk di Indonesia sendiri, Car Free Day lahir di Surabaya sebagai Kota pertama kali di Indonesia yang menyelenggarakan Car Free Day pada tahun 2000. kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye peningkatan kualitas udara kota yang bertema “Segar Suroboyoku Rek”.

Sedangkan sejak 2002, Jakarta menyelenggarakan Car Free Day pada tahun 2002, 2003, 2004, 2005 dan 2006. Kegiatan tersebut pertama kali dilaksanakan oleh koalisi LSM Lingkungan sebagai wadah penampung aspirasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik. Menurut teori Berger dan Neuhaus (1977) LSM Lingkungan tersebut dijadikan sebagai Institusi Mediasi yang berfungsi menyalurkan kepentingan warga dan media resolusi terhadap kualitas udara dengan tujuan utama kampanye mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sebagai sumber utama pencemaran udara di Jakarta. Dalam setiap Car Free Day selalu diadakan promosi penggunaan alat transportasi alternatif untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi seperti angkutan umum, sepeda, dan fasilitas pejalan kaki.

Kegiatan utama Car Free Day adalah penutupan jalan selama beberapa waktu dari arus lalu lintas kendaraan. Namun demikian, kendaraan angkutan umum masih bisa melintasi jalan tersebut. Untuk memanfaatkan ruang jalan yang ditutup maka dilakukan berbagai kegiatan seperti petunjukan kesenian, hiburan, permainan anak-anak, olahraga, lomba-lomba, parade sepeda dan kegiatan festival jalanan lainnya. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan suasana yang berbeda pada kota tersebut.

Melihat kegiatan Car Free Day yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, Car Free Day juga memberikan manfaat yang banyak dan berdampak pula pada kualitas udara yang kotor oleh transportasi darat.

  Selamatkan bumi kita

Bio Education
Universitas Jember


0 komentar: